Samakah Konsep Kepemilikan Umum Menurut Islam dan Kapitalisme
Samakah Konsep Kepemilikan Umum Menurut Islam dan Kapitalisme? Oleh: Annas I. Wibowo, S.E. Kata-kata atau istilah dalam khazanah pemikiran ideologi yang berbeda bisa memiliki makna yang berbeda. Misalnya kata 'wazir', disebutkan dalam hadits, وَأَمَّا وَزِيرَايَ مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ فَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ "Dua wazir-ku dari (penduduk) bumi ini adalah Abu Bakar dan Umar." (HR at-Tirmidzi dan al-Hakim dari Abu Said al-Khudri) Juga dalam firman Allah SWT: وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي. هَارُونَ أَخِي. اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي. وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي
"Jadikanlah untukku seorang pembantu (wazîr) dari keluargaku" (QS Thaha [20]: 29). Makna wazîr secara bahasa adalah pembantu, yakni mu’în (Al-Andalusi, Tafsîr al-Bahrul Muhîth, VI/224), atau mu’âwin (Al-Alusi, Rûhul Ma’âni fi Tafsir al-Qur’an al-Azhim wa as-Sab’u al-Matsani, XVI/184). Kata 'wazir' dalam pemikiran politik Islam dan demokrasi berbeda maknanya. Kata 'wazir' dalam...