Pemikiran Pangkal Kebangkitan Islam
๐๐ฎ๐ต๐๐๐ฎ๐๐ป๐๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ถ๐ธ๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ป
Pemikiran itu abstrak. Pemikiran itu tak kelihatan, tak tampak oleh mata, dan tak terindra oleh panca indra. Sehingga bagi orang yang tak memahami, pemikiran itu tak ada artinya apa-apa. Maka tak mengherankan jika banyak orang yang menganggap bahwa pemikiran itu tak ada gunanya.
Namun demikian, ketika pemikiran bertemu dengan fakta akan membentuk pemahaman. Pemahaman atas dasar pemikiran inilah yang akan menentukan perilaku, sikap, dan keputusan yang diambil seseorang. Padahal, apa pun yang terjadi pada diri kita, pada masyarakat kita, pada negara kita, dan pada dunia kita, tergantung dari perilaku, sikap, dan keputusan yang kita ambil saat ini.
Sekadar contoh, terdapat banyak orang yang menolak syariah dengan berbagai cara, namun ada juga banyak yang mempertaruhkan nyawanya demi tegaknya syariah. Apa yang berbeda dari kedua orang ini? Yang berbeda adalah pemahamannya tentang syariah dan kehidupan.
Orang yang memahami bahwa syariah itu mengerikan, kaku, tak toleran, kuno, dan hal-hal negatif lainnya, maka orang tersebut akan mati-matian menolak syariah Islam. Sebaliknya, orang yang memahami bahwa syariah adalah perintah Allah subแธฅฤnahu wa taสฟฤlฤ yang pasti baik, membawa keadilan dan kesejahteraan, sementara secara empiris dan historis memang demikian, maka orang tersebut akan mati-matian untuk memperjuangkan syariah.
Ada orang yang mati-matian membela dan memperjuangkan demokrasi, namun di sisi lain ada orang yang habis-habisan mengkritik dan ingin mengganti demokrasi. Apa yang berbeda dari kedua jenis orang ini? Yang berbeda adalah pemahamannya tentang demokrasi.
Orang yang memahami bahwa demokrasi adalah sumber kebaikan, kesejahteraan, maka orang tersebut akan berjuang mati-matian untuk demokrasi. Sementara orang yang memahami bahwa demokrasi adalah sitem kufur yang memberi kedaulatan bukan kepada Allah subแธฅฤnahu wa taสฟฤlฤ, dan secara empiris membawa pada kekacauan, keterjajahan terhadap Barat, hilangnya sumber daya alam, lengsernya keadilan, lenyapnya kesejahteraan rakyat, maka orang ini akan mati-matian menolak dan ingin mengganti demokrasi.
Umar raแธiyallฤhu 'anhu sebelum Islam rela mati untuk menghalangi Islam, sementara setelah waktu tertentu, beliau rela mati untuk membela Islam. Apa yang berubah dari beliau? Secara fisik tidak ada yang berubah dari beliau. Tangan, kaki, kepala, perut, dada dan hal-hal fisik lainnya tidak ada yang berubah sama sekali. Tetapi yang berubah dari beliau adalah pemikiran dan pemahamannya tentang kehidupan.
Itulah yang mengubah perilaku, sikap dan keputusan beliau tentang kehidupan. Pemikiran dan pemahaman akan mengubah seseorang dari kafir 'ekstrem', menjadi Islam 'ekstrem', tapi bukan ekstremis.
Bagi orang yang tidak memahami arti pemikiran, maka membicarakan tentang “pemikiran dan semua konsekuensinya” itu buang-buang waktu, tak ada gunanya, dan hanya omong doang saja. Ini sangat wajar, sebab orang ini belum paham tentang arti pemikiran dan konsekuensinya, atau tingkat pemahamannya memang masih berada level itu.
Bagi orang dengan level itu, ia hanya akan menganggap penting dan berguna hal-hal yang dapat diindra secara langsung. Dalam dunia sains dan teknologi, orang seperti itu memang levelnya masih teknisi, belum sebagai ilmuwan atau peneliti.
Bagi orang dengan level pemikiran yang belum mendalam, memang hanya akan menganggap penting hal-hal yang bisa dinikmati saat ini juga. Mereka tidak mau sesuatu yang hasilnya masih nanti atau jangka panjang.
Rasulullah ๏ทบ sendiri dalam dakwah beliau, mengajari dan mengajak para sahabatnya dan masyarakat untuk berpikir tentang hakikat kehidupan (yang kemudian dinamakan dengan akidah). Tetapi pada saat itu banyak yang mengejek dan menghina Rasulullah ๏ทบ, karena dianggap menawarkan seuatu yang tak real dan tak ada gunanya.
Bagi mereka, percaya surga dan neraka, serta beramal dengan dasar surga dan neraka sungguh tak masuk akal, serta hanya buang-buang energi saja. Lalu mereka menawarkan kepada Rasulullah ๏ทบ sesuatu yang lebih real bagi mereka, yaitu tentang prediksi harga-harga barang perdagangan dan mata air yang melimpah.
Menurut mereka jika Rasulullah ๏ทบ meminta kepada Allah subแธฅฤnahu wa taสฟฤlฤ tentang harga-harga barang perdagangan dan mata air yang melimpah, maka manfaatnya sungguh sangat besar bagi masyarakat. Mereka akan menjadi pedagang-pedagang sukses dan tidak lagi kekurangan air. Menurut mereka itu jauh lebih bermanfaat daripada hanya omong doang tentang surga dan neraka yang tak jelas ujung pangkalnya.
Itulah kualitas masyarakat pada masa awal Islam, termasuk para tokohnya. Namun Rasulullah ๏ทบ mengabaikan permintaan mereka dan tetap melakukan tugasnya sesuai yang diperintahkan Allah subแธฅฤnahu wa taสฟฤlฤ kepadanya.
Hal itu diabadikan Allah di dalam al-Qur’an: Dan mereka berkata:
"๐๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช-๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ข๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ณ, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ญ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ช-๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ช ๐ฅ๐ช ๐ค๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด ๐ข๐ญ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ-๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ต-๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช. ๐๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ต. ๐๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช-๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข๐ฃ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฃ๐ข๐ค๐ข." ๐๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ: "๐๐ข๐ฉ๐ข ๐๐ถ๐ค๐ช ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ณ๐ข๐ด๐ถ๐ญ?" (QS al-Isra 90-93)
Para sahabat beliau yang beriman tetap beliau bina dengan model pembinaan yang diajarkan Allah subแธฅฤnahu wa taสฟฤlฤ kepadanya. Dengan modal pemikiran itu para sahabat menjadi pribadi yang luar biasa, karena terbiasa berpikir yang hasilnya jangka panjang dan tidak kelihatan, yaitu ridlo dan jannah.
Mereka bukanlah orang yang tergesa-gesa, bukan model orang yang cash and carry, bukan orang yang hanya mau melakukan jika hasilinya di depan mata. Di tangan merekalah dunia berubah, dari jahiliyah menjadi Islam yang menebarkan rahmat ke penjuru alam. Di tangan merekalah peradaban Islam tegak di muka bumi.
Terakhir, apakah pemikiran ada artinya bagi kita? Jawaban kita menunjukkan kualitas diri kita.
Wallahu a’lam. []
Ustadz Choirul Anam
mustanir.net/dahsyatnya-pemikiran
Comments
Post a Comment