Mensyukuri Berkah Usia

Kopas: 
Bismillah.

Renungan.
*Mensyukuri berkah usia*

Kita jangan salah mensikapi usia, kesalahan itu di antaranya menyesali usia dan sering berkeluh kesah karena merasa sudah tua. Misal orang sering bilang;  _"Wah badan tua ini udah susah mau bekerja keras"_ atau ketika belajar seseorang bilang ;  _"udah tua mas aku ga bisa lg menghafal udah bnyk pikiran"_, atau dikit-dikit bilang;  _"Ah wis tuwo ngene iki wis angel"_,   _wis tuo, mlaku semono wis ra kuat aku_", _"wis tuwo wis telat"_ dan berbagai *ungkapan negatif* lainnya, yang hampir semuanya berisi pesimisme dan penyesalan.

Andai kalimat-kalimat itu diucapkan seorang yang berusia 80 atau 90 mungkin wajar. Tapi sayangnya itu sering diucapkan mereka yang usianya 40 an, bahkan kurang dari itu banyak yg berpikir dirinya udah ketuaan untuk melakukan hal-hal besar dan berat. *Ini sebuah kesalahan berpikir*, mari coba kita renungkan hal berikut:

Berapa usia *Muhammad shallallahu alaihi wasallam* ketika wahyu pertama kali turun dan itu pertanda beliau diangkat menjadi nabi dan rasul.?

Rasulullah waktu itu berusua 40 tahun. Bukan 25 apalagi 17. Apakah beliau mengeluh _"wah badanku udah tua dan uzur dengan beban berat ini"_

Waktu Rasulullah pergi meminta nusrah ke Thaif dan akhirnya diusir dan dilempari batu penduduk Thaif, usia beliau kira-kira 43 atau 44 tahun. Pergolakan besar yang terjadi di Makkah kala itu adalah karena dakwah yang diserukan Rasulullah, beliau seorang laki-laki berusia di atas 40 menuju 50.

Dan berapa usia Rasulullah ketika beliau berhijrah bersama Abu Bakar ke Yatsrib, usia Rasulullah adalah 53 tahun. Berjalan dan berkendara onta dengan jarak ratusan km.

Dan *Yatsrib* yang berubah menjadi *Thoybah* lalu disebut *al Madinah* (the City) itu adalah _nuqthah inthilaq_, titik tolak terjadinya perubahan sosial terbesar dan terpenting dalam sejarah dunia. Siapa yang melakukan..? Seorang laki-laki berusia di atas 53 menuju 60. Bahkan laki-laki ini masih berperang di usia 59 tahun. 

Andai laki-laki ini adalah seseorang yang selalu mengeluh uzur dan badan tua, tak bisa berbuat banyak dan udah terlambat, apa yang bakal terjadi pada umat ini....

Kami mencintaimu wahai *Rasulullah*. Maafkan kami, usia kami jauh lebih muda darimu ketika engkau berhijrah. Tapi jiwa kami begitu lemah sehingga kami terlalu banyak mengajukan uzur, seakan-akan kami terlalu tua. 

Ya Allah tolonglah kami untuk tidak terlewatkan dari tiap kebaikan yang engkau perintahkan pada kami.

Wallahul musta'an.

Comments

Popular posts from this blog

Kutipan Utuh Bab Politik (As-Siyâsah) Buku Pemikiran Politik Islam (Syaikh Abdul Qadim Zallum, Afkâr Siyâsiyy) Terjemahan

Syariah Islamiyyah - Materi Kajian Intensif

al-'Uqûbât (Sanksi Hukum) dalam Islam - Materi Kajian Intensif