ILUSI KEBAHAGIAAN DEMOKRASI


Oleh: Zakariya al-Bantany







*Kebahagiaan Semu Demokrasi*


Para komprador penjajah kaum liberal dan para pengasong demokrasi lainnya, mereka begitu sangat memuja dan mendewakan demokrasi. Mereka mengklaim bahwa demokrasi sebagai sistem terbaik yang ada saat ini. Di dunia saat ini, klaim mereka ada 167 negara yang mengadopsi dan menerapkan demokrasi.

Mereka pun seringkali membanggakan dan mengelu-elukan serta mempropagandakan, bahwa negara demokrasi itu adalah negara yang paling bahagia di dunia saat ini. Menurut mereka buktinya ada top 10 negara yang paling bahagia di dunia, yaitu negara-negara yang paling demokratis di planet Bumi. Seperti: negara-negara Nordik ataupun Skandinavia (Finlandia, Norwegia, Islandia, Swedia, Denmark, dan lain-lain), Israel, Amerika Serikat, dan lain-lain. [1]

Padahal, realitasnya negara-negara demokrasi tersebut yang katanya bahagia, khususnya pula 10 negara yang katanya paling bahagia di dunia. Justru, faktanya kebahagiaannya itu hanyalah semu, ilusi dan fatamurgana serta paradox belaka. Meskipun, pendapatan perkapita mereka tinggi, dan nampak sangat modern negara mereka dengan tatakota yang yang sangat modern dengan dukungan kecanggihan sains, teknologi, internet dan multimedia.

Buktinya, realitasnya banyak sekali warganya yang mengalami kegersangan rohani, krisis spritualitas dan krisis moral serta depresi dan stres berat alias mengalami gangguan kejiwaan yang berat. Hingga mereka menjadi pecandu narkoba dan miras; melakukan sex bebas, aborsi, prostitusi, pornografi-pornoaksi, LGBTQI+ dan kawin sesama jenis; menjadi atheis, agnostic, hedonis, dan sinkritis; hingga disorientasi kehidupan, bahkan terjangkit HIV AIDS, sepilis, cacar monyet; bunuh diri, dan lain-lain. [2]

Sebagai buktinya, jumlah anak muda di negara-negara Nordik ataupun Skandinavia -yang klaimnya sebagai negara demokratis yang paling bahagia di dunia- justru mengalami epidemi penyakit mental dan kesepian ini lebih banyak ketimbang di negara-negara Barat lainnya. Selama lima tahun terakhir, di Norwegia terjadi peningkatan 40 persen proporsi anak muda yang mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental. Di Denmark, 18,3 persen anak muda berusia 16-24 tahun menderita kesehatan mental buruk. Dan di Norwegia angka bunuh diri tinggi, di Finlandia angka kematian akibat konsumsi narkoba dan miras sangat tinggi, dan lain-lain.

Michael Birkjaer dari Institut Penelitian Kebahagiaan di Kopenhagen, "Masalah kesehatannya mental di kalangan anak muda muncul dalam bentuk stres, depresi, kecemasan, menyakiti diri sendiri, konsumsi antidepresan, dan—dalam kasus ekstrem—bunuh diri,” kata Birkjaer.

Finlandia, yang merupakan negara paling bahagia di urutan pertama di dunia saja, tak luput dari kasus bunuh diri. Bahkan, bunuh diri menjadi kematian terbanyak ketiga di kelompok anak muda usia 15-24 tahun di negara itu. Masalah dan isu ini menjadi perhatian dan butuh penanganan serius. [3]

Jadi, terbukti sangat paradoxnya, klaimnya negara demokrasi -khususnya 10 negara paling demokratis- itu negara paling bahagia di dunia seperti Nordik ataupun Skandinavia (Finlandia, Norwegia, Islandia dan lain-lainnya tersebut), juga Amerika Serikat, dan sebagainya. Namun, justru banyak warganya yang depresi dan stres sampai banyak yang mati bunuh diri dan mati kecanduan dan overdosis konsumsi narkoba dan minum keras ?!

Dari fakta-fakta tersebut bisa disimpulkan realitasnya indeks kebahagiaan negara demokrasi paling bahagia sedunia sekalipun. Seperti top 10 negara paling demokratis paling bahagia di dunia, termasuk Nordik ataupun Skandinavian adalah kebahagiaan semu, ilusi, fatamurgana dan sangat paradox sekali.

Terbukti sudah demokrasi di negara manapun, bahkan di pusat dan jantungnya yakni Amerika Serikat sekalipun. Justru, menimbulkan kerusakan sangat dahsyat dan kezaliman serta kejahatan di seluruh muka bumi [4]. Bahkan, di Amerika Serikat sendiri ada sebuah kota yakni Kensington Philadelpia yang dijuluki kota Zombie, karena dipenuhi oleh warganya yang berperilaku seperti Zombie akibat konsumsi, pecandu dan overdosis narkoba serta darurat narkoba [5]. Dan sangat tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kecanduan dan overdosis narkoba dan minuman keras (alkohol) di Amerika Serikat. [6]

Dan begitupula, angka bunuh diri di Amerika Serikat pun sangat tinggi. Buktinya, dari tahun 2000 hingga 2020, lebih dari 800.000 orang meninggal karena bunuh diri di Amerika Serikat, dengan laki-laki mewakili 78,7% dari semua kasus bunuh diri yang terjadi antara tahun 2000 dan 2020. Meningkatnya angka kematian akibat bunuh diri, overdosis obat, dan alkoholisme, yang oleh para peneliti disebut sebagai "kematian karena keputusasaan", sebagian besar bertanggung jawab atas penurunan harapan hidup tiga tahun berturut-turut di AS. Ini merupakan penurunan harapan hidup tiga tahun pertama di AS sejak tahun 1915–1918.

Pada tahun 2015 saja di Amerika Serikat tersebut, bunuh diri adalah penyebab kematian ketujuh untuk pria dan penyebab kematian ke-14 untuk wanita. Selain itu, itu adalah penyebab kematian kedua bagi orang muda berusia 10 hingga 34 tahun. [7]

Bahkan, di tempat asalnya demokrasi dilahirkan dan disebarluaskan ke dunia yakni negara Yunani. Justru, realitasnya selama ribuan tahun lebih, baik zaman era sebelum masehi hingga zaman era sesudah masehi, kenyataannya tidak juga kunjung membuat Yunani menjadi negara paling bahagia di dunia, dan tidak juga kunjung membuat kebahagiaan hakiki bagi rakyat Yunani tersebut. Bahkan kini, parahnya Yunani dengan demokrasinya tersebut hanya menjadikan Yunani sebagai negara bangkrut dan hanya menjadi negara paling depresi sedunia. [8]


Maka, jelaslah realitasnya masyarakat dalam semua negara demokrasi, baik negara yang diklaim katanya negara demokrasi paling bahagia di dunia (seperti: Finlandia, Norwegia, Islandia, Israel, Amerika Serikat, dan lain-lain) sekalipun, dan Yunani negara asal lahirnya demokrasi, maupun 100 lebih negara demokrasi lainnya termasuk Indonesia, itu fakta dan hakikatnya tidak memiliki kebahagiaan hakiki. Dan justru kebahagiaan mereka faktanya hanyalah semu, ilusi, fatamurgana dan paradox belaka.

Sehingga, sangat wajar realitasnya kehidupan mereka sangat gersang dari nilai-nilai spritualitas agama, tatanan kehidupan sosial mereka rusak, dan mereka pun disorientasi tujuan kehidupan. Hingga mereka pun sangat amoral, asusila, pemabuk dan pecandu narkoba, pecandu pornografi-pornoaksi, pelacuran, kumpul kebo, LGBTQI+, kawin sesama jenis, depresi, stres, aborsi, atheis, HIV AIDS, bunuh diri, dan lain-lain.

Itu semua disebabkan akar masalahnya, adalah karena ideologi kufur kapitalisme sekulerisme beserta sistem politik demokrasinya dan sistem ekonomi kapitalisnya. Beserta derivatnya: liberalisme, nasionalisme, nation state, HAM, hedonisme, pluralisme, sinkritisme, ekonomi ribawi kapitalis, moderasi agama, dan lain-lain. Yang mereka adopsi dan mereka terapkan serta mereka puja, mereka bela dan mereka perjuangkan, hingga dipropagandakan dan dipoles cantik serta dibagus-baguskan dengan menghalalkan berbagai cara termasuk dengan bahasa akademik dan ilmiah, penelitian dan survei serta dengan bahasa komunikasi marketing politik.

Juga, cara pandang sekuler-liberal dalam demokrasi, yang salah dalam mendefinisikan makna kebahagiaan hanya sebatas kepuasan materi atau jasadiyah, baik urusan prestise eksistensi diri pencapaian kekayaan materi, popularitas, dan urusan perut maupun urusan di bawah perut. Serta juga menjadikan tolok ukur kebahagiaan adalah tercapainya materi ekonomi belaka seperti pendapatan perkapita negaranya, tingginya UMR rakyatnya perbulan, meratanya lapangan pekerjaan bagi rakyatnya, kebebasan individual, terwujudnya kedaulatan tertinggi rakyat, dan terpuaskannya kebutuhan syahwat atau nafsu belaka.

 
Jadi, demokrasi itu faktanya adalah sistem terburuk, terusak, tercacat dan sistem paling jahat di muka bumi. Dan tidak ada kebaikan sedikit pun pada demokrasi beserta induk semangnya ideologi kufur kapitalisme sekulerisme beserta derivatnya tersebut. Maka, masihkah percaya dengan demokrasi ?! Mikir ?! Bukankah Allah SWT sudah tegaskan kepada kita, dalam firman-Nya:




أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ




"Apakah hukum (sistem) Jahiliyah (kufur) yang mereka kehendaki, dan (hukum/sistem) siapakah yang lebih baik daripada (hukum/sistem) Allah bagi orang-orang yang yakin (beriman)?." (QS. Al-Maidah [5]: 50).







Allah SWT juga berfirman:




وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ





"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu." (QS. Al-Maidah [5]: 48).






وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ




"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Maidah [5]: 49).







Bukankah Allah SWT pun berfirman:




يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ




"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan/totalitas), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah [2]: 208).







Bukankah Allah SWT telah berfirman:




فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ




"Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah (Islam); (tetaplah atas) fitrah Allah (Islam) yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah (Islam). (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Ruum [30]: 30).







Allah SWT pun berfirman:




 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ




"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila Rasul menyeru kalian demi sesuatu yang memberi kalian kehidupan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan." (QS. Al-Anfal [8]: 24).







Allah SWT berfirman:




وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا




"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS. Al-Ahzab [33]: 36).







Allah SWT pun berfirman:




وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى




"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Al-Ahzab [33]: 124).








*Khatimah*


Sudah sangat jelas terbukti, bahwa kebahagiaan dalam demokrasi dan induk semangnya yakni ideologi kapitalisme sekulerisme beserta derivatnya. Itu hanyalah kebahagiaan ilusi, fatamurgana, paradox, dan penuh kesemuan belaka, serta penuh nestapa, dan petaka belaka. Jadi, Kebahagiaan hakiki itu utopis dan mustahil bisa diperoleh dengan selain jalan Islam seperti sistem kufur jahiliyah demokrasi kapitalisme sekulerisme tersebut, dan sosialisme komunisme serta yang semisalnya.

Dan sesungguhnya kebahagiaan hakiki itu hanya bisa diwujudkan dengan jalan Islam, karena kebahagiaan hakiki itu hanya ada pada Islam saja. Maka, ringkasnya dalam Islam, rumus kebahagiaan hakiki itu simple, yaitu keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Adapun, wujud keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT itu diantaranya adalah mensyukuri segala nikmat Allah, taat totalitas kepada Allah dan terikat dengan Syariah-Nya (Syariah Islam) secara kaffah (totalitas/menyeluruh) dalam segala aspek kehidupan dalam bingkai Khilafah. Kemudian, ridha, ikhlas, bersyukur dan sabar terhadap qadha dan qadar Allah, baik maupun buruknya.








Allahu yahdikum wa lana, wallahu musta'an. Wallahu a'lam bish shawab. []




*Catatan Kaki:*


1. https://www.cnn.com/travel/article/world-happiest-countries-2023-wellness/index.html 

2. https://news-berkeley-edu.translate.goog/2022/09/20/crisis-of-faith-christian-nationalism-and-the-threat-to-u-s-democracy/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc; https://era.id/internasional/101967/negara-yang-melegalkan-lgbt#; https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/09/10-negara-dengan-konsumsi-alkohol-tertinggi-di-dunia; https://international.sindonews.com/berita/1562149/45/10-negara-dengan-kematian-overdosis-narkoba-tertinggi-di-dunia; https://www.cnbcindonesia.com/research/20230420175739-128-431493/tak-cuma-di-negara-arab-ateisme-semakin-banyak-di-dunia; https://www-verywellhealth-com.translate.goog/hiv-statistics-5088304?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

3. https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/pmc/articles/PMC3854846/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc; https://www-bbc-com.translate.goog/news/world-europe-45308016?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc; https://www.bbc.com/indonesia/vert-ca-49956310; https://international.sindonews.com/read/628193/41/di-negara-paling-bahagia-jumlah-remaja-depresi-malah-meningkat-1639480330?showpage=all; https://borgenproject-org.translate.goog/mental-health-in-finland/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc; https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-49956310; https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/pmc/articles/PMC4402015/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc; https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Health_in_Finland?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc; https://www-nordicalcohol-org.translate.goog/finland-opioids?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

4. https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/United_States_war_crimes?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc; https://id.m.wikipedia.org/wiki/Keterlibatan_Amerika_Serikat_dalam_pergantian_rezim

5. https://www.tvonenews.com/berita/internasional/126297-mengerikan-gara-gara-ini-kensington-philadelphia-menjadi-kota-zombie#

6. https://americanaddictioncenters.org/overdose/top-10-us-states; https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/pmc/articles/PMC3357438/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

 7. https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Suicide_in_the_United_States?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc


8. https://goodstats.id/article/yunani-jadi-negara-paling-depresi-sedunia-indonesia-bagaimana-Mzok5

Comments

Popular posts from this blog

Kutipan Utuh Bab Politik (As-Siyâsah) Buku Pemikiran Politik Islam (Syaikh Abdul Qadim Zallum, Afkâr Siyâsiyy) Terjemahan

Syariah Islamiyyah - Materi Kajian Intensif

al-'Uqûbât (Sanksi Hukum) dalam Islam - Materi Kajian Intensif