Mengganti Ideologi/Keyakinan Masyarakat/Negara
THE BATTLE OF TERMINOLOGY
Sejak dahulu kala propaganda dengan perang istilah (The Battle of Terminology) telah digunakan oleh gembong kafir dan kezaliman untuk melawan dakwah tauhid.
Jika pada masa Nabi Luth, kaum Luth menggelari Nabinya dengan "Orang sok suci" (Unasun Yatathohharun, lihat QS. 7 : 82, 27 : 56), maka pada masa Nabi Musa, Firaun menggelari Nabi Musa dengan 'Orang yang berniat mengganti ideologi masyarakat/ negara dan akan berbuat kerusakan di Bumi". Hal ini terabadikan dalam Surat Ghafir ayat 26 :
وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِىٓ أَقْتُلْ مُوسَىٰ وَلْيَدْعُ رَبَّهُۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَن يُظْهِرَ فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْفَسَادَ
"Dan berkata Fir’aun (kepada pembesar- pembesarnya) : Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar keyakinan kalian atau menimbulkan kerusakan di muka bumi." .
Apa tujuan dari propaganda gelar atau istilah tersebut ?
Tujuannya tak lain adalah agar tindakan zalim dan semena-mena terhadap pengemban dakwah dianggap wajar, lazim dan lumrah, bukan dianggap sebagai kezaliman.
Mengapa Musa harus dipersekusi, dikejar dan dibunuh ?
Agar ia tidak bisa lagi melanjutkan idenya mengganti ideologi/keyakinan yang sudah berakar, agar ia berhenti merusak persatuan dan kesatuan rakyat Mesir, meski pada kenyataannya mereka dipimpin oleh penguasa yang kejam dan hanya memikirkan kesejahteraan keluarganya dan para pembesar-pembesarnya saja.
Dengan begitu para pejabat, pemodal, tokoh masyarakat dan rakyat Mesir secara umum mendukung Fir’aun terlaknat itu untuk membunuh Nabi Musa.
Adakah engkau temukan kesamaannya dengan hari ini ?
Sumber Artikel :
@indonesiabertauhid
Comments
Post a Comment