Dalam Kultur Barat Agama dan Politik harus Dipisah
Dalam kultur Barat, agama dan politik harus dipisahkan. Akhirnya kepemimpinan spiritual dipisah dari kepemimpinan politik. Revolusi Prancis menjadi penanda berakhirnya era kekuasaan agama atas politik...
Meski tidak lagi menggunakan agamawan untuk terlibat urusan politik, namun Barat mengakui dan menghormati yurisdiksi agamawan. Kedudukan gereja di bawah kekuasaan spiritual Roma diakui dan memiliki kedudukan sejajar seperti negara (state).
Tahta Suci Roma berkedudukan sebagai subjek hukum internasional seperti negara. Memiliki yurisdiksi spiritual di Roma bahkan memiliki duta besar di sejumlah negara untuk urusan spiritual mereka.
Hari ini Indonesia heboh membincangkan kedatangan Paus Franciscus yang menjabat Tahta Suci Roma. Semua gegap gempita menyambutnya. Tak terkecuali elemen tokoh dan ormas Islam yang menjadi inferior seolah menyambut Paus laksana imam mereka.
Abdul Mu'ti, Sekum Muhammadiyah turut gegap gempita menyebut Paus bisa menjadi sosok teladan. Hanya karena faktor kesederhanaan naik pesawat komersil dan dijemput mobil biasa. Padahal bagi umat Islam cukuplah Muhammad ﷺ yang menjadi teladan...
Apalagi Paus Franciscus ini pernah memberikan pembelaan pada perilaku homoseksual. Perilaku yang dalam pandangan Islam sangat tercela dan diharamkan.
Paus Fransiscus mengatakan dalam sebuah film dokumenter bahwa orang dengan homoseksual adalah 'anak-anak Tuhan' dan bahwa mereka 'memiliki hak untuk berada dalam keluarga'. Persetujuannya datang di tengah-tengah film panjang, berjudul Francesco, yang tayang perdana di Festival Film Roma, Italia, Oktober 2020 silam...
Tak kalah dengan Abdul Mu'ti, Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Ketum PB NU Yahya Staquf juga ikut latah puja puji. Padahal dalam konteks Islam, hubungan dengan agama di luar Islam cukuplah dengan kaidah 'lakum dinukum wa liyadin'. Miris...
Dalam Islam, khalifah adalah pemimpin spiritual sekaligus politik.
Khalifah adalah pemimpin pemerintahan Islam sekaligus pemimpin spiritual di mana keputusan penting tentang ritual agama bertumpu pada khalifah. Khalifah yang menetapkan Ramadan dan Idul Fitri untuk seluruh umat Islam sedunia. Dalam politik, khalifah yang mengadakan perjanjian dan damai, termasuk mengumumkan jihad (perang).
Dahulu Khalifah Abu Bakar berkedudukan sebagai imam sholat sekaligus panglima perang, menggantikan kedudukan Rasulullah ﷺ yang telah mangkat. Posisi itu kemudikan diteruskan oleh Khalifah Umar raḍiyallāhu 'anhu, Khalifah Utsman raḍiyallāhu 'anhu, Khalifah Ali raḍiyallāhu 'anhu, dan seterusnya hingga kekhilafahan Islam runtuh pada tahun 1924.
Khalifah melayani seluruh rakyat muslim dan non muslim. Khalifah yang memimpin umat Islam untuk menjadi pemakmur bumi, menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru alam...
Hari ini semestinya umat Islam di Indonesia bergegas untuk segera memperjuangkan khilafah. Agar negeri ini menjadi titik tegaknya khilafah.
Dan saat khilafah tegak di Indonesia dan khalifah ternyata bukan dari orang Indonesia, yang terpilih adalah orang dari luar Indonesia, maka umat Islam di Indonesia bisa melakukan penyambutan pada khalifah secara gegap gempita. Persis seperti masyarakat Madinah dahulu menyambut kedatangan kepala negara mereka, Nabi Muhammad ﷺ yang hijrah ke Madinah.
(heylink.me/AK_Channel)
Comments
Post a Comment