Proses Menuju Iman - Materi Aqidah Islam
Materi Aqidah Islam - Proses Menuju Iman
- ‘Uqdatul Kubro
- Pemecahan Shahih 'Uqdatul Kubra
o Proses keimanan kepada Al-Khaliq
o Sifat Fithri Keimanan
o Batas akal dalam memahami Al-Khaliq
- Proses Keimanan Terhadap Rasul SAW dan Al-Qur’an
- Konsekuensi Iman kepada Allah, Rasulullah SAW, dan Al-Qur’an
- Kebangkitan Manusia
- Iman kepada Malaikat, Kitabullah, Nabi dan Rasul Allah, serta hari Kiamat
Materi Aqidah Islam - Proses Menuju Iman
وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS at-Taubah: 100)
- ‘Uqdatul Kubro
Tiga Pertanyaan Mendasar yang Paling Menentukan
Dari mana manusia, alam semesta dan kehidupan ini berasal,
untuk apa manusia hidup,
dan akan ke mana setelah mati.
- Pemecahan Shahih 'Uqdatul Kubra
o Proses Keimanan kepada Al-Khaliq
Tiga kemungkinan keberadaan Al-Khaliq
Pertama, Ia diciptakan oleh orang lain.
Kedua, Ia menciptakan diri-Nya sendiri.
Ketiga, Ia bersifat azali dan wajibul wujud dan mutlak keberadaannya.
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS al-Ghaasyiyah: 17-20)
o Sifat Fithri Keimanan
Iman kepada Yang Maha Pengatur adalah naluriah, ada potensinya pada setiap orang.
Allah SWT mewajibkan setiap muslim untuk menggunakan akalnya dalam beriman kepada Allah SWT -tidak hanya dengan perasaan- serta melarang bertaqlid dalam urusan aqidah.
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190)
o Batas Akal dalam Memahami Al-Khaliq
Hanya mengikuti dalil-dalil (bukti-bukti) yang pasti.
- Proses Keimanan terhadap Rasul SAW dan Al-Qur’an
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ
"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS al-Jumuah: 2)
Tiga Kemungkinan Asal al-Qur'an:
a. Pertama, ia merupakan karangan bangsa Arab.
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami, buatlah satu surat yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS Al-Baqarah: 23)
b. Kedua, ia merupakan karangan Muhammad SAW.
Ini juga merupakan kemungkinan yang bathil. Hal tersebut makin diperkuat dengan banyaknya hadits-hadits shahih dan mutawatir dari Nabi Muhammad SAW, yang bila setiap hadits ini dibandingkan dengan ayat manapun dalam Al-Qur’an maka tidak akan dijumpai adanya kemiripan dari segi gaya bahasa.
Nabi yang ummiy
c. Ketiga, ia berasal dari Allah semata.
Kemungkinan inilah yang shahih di antara kemungkinan yang lain, yaitu bahwa Al-Qur’an itu adalah Kalamullah.
- Konsekuensi Iman kepada Allah, Rasulullah SAW, dan Al-Qur’an
- Kebangkitan Manusia
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Andai saja penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Namun, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Karena itu Kami menyiksa mereka karena perbuatan mereka itu." (TQS al-A’raf [7]: 96).
- Iman kepada Malaikat, Kitabullah, Nabi dan Rasul Allah, serta hari Kiamat sesuai al-Qur'an dan hadits-hadits qath'i (pasti)
Referensi:
1. Nizham al-Islam, hal. 6, bab. طريقُ الإيمانِ
2. Al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, I/194, bab. الفرق بين العقيدة والحكم الشرعي
3. Al-Fikr al-Islami, hal. 10-12, bab. المبدأ
4. Materi Dasar Islam - Dari Akar Sampai Daunnya
File PDF: https://t.me/opinikuat/1102
Disusun oleh Annas I. Wibowo
Comments
Post a Comment