๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น ๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ฎ๐—ธ๐˜†๐—ฎ๐˜


Indonesia dikenal kaya akan sumber daya tambang. Negeri ini memiliki cadangan tambang yang melimpah, mulai dari nikel, emas, batu bara, hingga tembaga, yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Kekayaan ini semestinya menjadi modal besar untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Namun, kekayaan ini belum sepenuhnya berdampak adil bagi kesejahteraan rakyat. Realitasnya, daerah penghasil tambang justru kerap mengalami kemiskinan struktural, kerusakan lingkungan, dan konflik sosial yang tak kunjung usai.

Di balik ketimpangan itu, sistem hukum nasional memainkan peran penting. Alih-alih menjadi instrumen keadilan dan pelindung kepentingan rakyat, berbagai regulasi dan perizinan seringkali berpihak pada korporasi besar dan kepentingan elite politik.

UU Minerba dan kebijakan turunan lainnya lebih banyak mengakomodasi ekspor bahan mentah dan kepentingan investasi asing daripada memastikan distribusi hasil tambang secara adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Diskusi ini akan mengkaji bagaimana hukum nasional justru kerap kali menjadi alat yang melanggengkan ketimpangan distribusi hasil tambang, serta membuka ruang bagi kita untuk menelaah ulang sistem hukum dan kebijakan agar benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak.

LBH Pelita Umat Korwil DIY
๐˜๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ค ๐˜“๐˜ข๐˜ธ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด ๐˜๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ

๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น ๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ฎ๐—ธ๐˜†๐—ฎ๐˜

Narasumber:
• Ahmad Hanafi Rais, SIP, MPP
Anggota DPR RI Periode 2014-2020
• Dwi Condro Triono, P.hD
Pakar Ekonomi & Praktisi Bisnis Syariah
• Dedy Sunjoto Halim, SH, ฮœฮ—
Advocate & Legal Counsel

Sabtu, ๐Ÿต ๐—”๐—ด๐˜‚๐˜€๐˜๐˜‚๐˜€ 2025
*๐Ÿฌ๐Ÿด.30–๐Ÿญ๐Ÿญ.๐Ÿฐ๐Ÿฑ WIB*

๐—›๐—ผ๐˜๐—ฒ๐—น ๐—š๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ ๐—ฅ๐—ผ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ
Prawirotaman 28
Brontokusuman 
Mergangsan

https://maps.app.goo.gl/cB4ppHsx3fr72LVC7

Registrasi bit.ly/3QugQbo
IG @Ibhpelitaumat.diy

Comments

Popular posts from this blog

Kutipan Utuh Bab Politik (As-Siyรขsah) Buku Pemikiran Politik Islam (Syaikh Abdul Qadim Zallum, Afkรขr Siyรขsiyy) Terjemahan

Syariah Islamiyyah - Materi Kajian Intensif

al-'Uqรปbรขt (Sanksi Hukum) dalam Islam - Materi Kajian Intensif